Budaya Organisasi dan Tantangannya di Era Digitalisasi Pendidikan
Keywords:
Budaya, Organisasi, DigitalisasiAbstract
Budaya organisasi memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan institusi pendidikan, terutama di tengah percepatan digitalisasi yang menuntut perubahan cepat, adaptasi teknologi, dan pola kerja baru. Transformasi digital tidak hanya mengubah sistem manajemen pembelajaran, tetapi juga mempengaruhi nilai, norma, dan kebiasaan kerja yang telah melekat dalam organisasi pendidikan. Artikel ini membahas bagaimana budaya organisasi menjadi fondasi dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi. Berbagai tantangan turut muncul, seperti resistensi perubahan, kesenjangan kompetensi digital antara pendidik dan tenaga kependidikan, keterbatasan infrastruktur, serta penurunan interaksi sosial yang dapat memengaruhi dinamika kerja dan kohesivitas tim. Selain itu, digitalisasi menuntut budaya yang lebih fleksibel, agile, transparan, dan berbasis data agar organisasi mampu merespons kebutuhan pembelajaran modern. Melalui pendekatan literatur dan analisis konseptual, artikel ini menyoroti strategi penguatan budaya organisasi, seperti pengembangan kompetensi digital, kepemimpinan transformasional, peningkatan komunikasi internal, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung inovasi. Penekanan juga diberikan pada pentingnya membangun mindset digital di seluruh lapisan organisasi pendidikan agar transformasi digital berjalan berkelanjutan. Dengan demikian, budaya organisasi yang adaptif dan progresif merupakan kunci dalam menghadapi kompleksitas tantangan era digital, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pendidikan yang efektif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman