Manajemen Resiko Akademik: Mengantisipasi Kegagalan Studi pada Mahasiswa S1 Universitas Negeri Padang Akibat Ketidaksesuaian Jurusan
Keywords:
Kegagalan Akademik, Drop out, Mahasiswa S1, Strategi penanganan resiko, Manajemen Resiko, Ketidaksesuaian JurusanAbstract
Ketepatan waktu kelulusan mahasiswa menjadi salah satu diantara indikator dalam penilaian mutu dan akreditasi perguruan tinggi. Namun, fenomena ketidaksesuaian antara minat, bakat, dan program studi yang diambil salah jurusan pada mahasiswa baru menjadi fenomen laten yang sering terabaikan, padahal berkontribusi signifikan terhadap hambatan akademik hingga drop-out. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat probabilitas dan dampak ketidaksesuaian jurusan terhadap risiko kegagalan studi di Universitas Negeri Padang (UNP) dengan mengintegrasikan kerangka kerja manajemen risiko korporasi ke dalam tata kelola akademik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan manajemen risiko yang mengacu pada tahapan ISO 31000 (identifikasi, analisis, dan evaluasi). Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif S1 UNP, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Tingkat risiko dihitung berdasarkan perkalian antara probabilitas dan dampak, yang kemudian dipetakan ke dalam risk heat map. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara persepsi kesesuaian jurusan dengan kinerja akademik. Mahasiswa yang merasa jurusan "tidak sesuai" (10%) memiliki rata-rata IPK terendah (2.40) dan dikategorikan dalam level risiko tinggi (High Risk), sementara mahasiswa yang merasa "sangat sesuai" memiliki rata-rata IPK tertinggi (3.65). Analisis menempatkan variabel salah jurusan sebagai ancaman serius yang memerlukan mitigasi mendesak. Penelitian merekomendasikan strategi mitigasi melalui pendekatan preventif dan kuratif, khususnya penerapan gaya kepemimpinan situasional (Situational Leadership) oleh Dosen Penasihat Akademik dan optimalisasi layanan konseling karier untuk mencegah kegagalan studi.